Home >> Pendidikan >> Nilai Rapor Jelek, Bocah SD ini Minggat Karena Kerap Disiksa Orang Tuanya
ilustrasi bocah SD minggat

Nilai Rapor Jelek, Bocah SD ini Minggat Karena Kerap Disiksa Orang Tuanya

Warga Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya menemukan seorang Bocah SD yang kebingungan tidak tahu arah. Setelah bocah SD tersebut didekati dan ditanya, dia mengaku minggat dari rumahnya yang beralamatkan di Cibeunying, Bandung, Jawa Barat.

Menurut penuturan warga, bocah SD ini minggat karena kerap disiksa orang tuanya lantaran nilai rapor jelek. Bocah SD ini minggat dari rumah menaiki angkutan umum kemudian turun di kawasan Singaparna. Setelah itu dia berjalan sejauh enam kilometer ke arah Cigalontang.

Warga yang menemukan Bocah SD minggat ini kemudian melaporkanya ke kantor polisi setempat. Polisi dengan pendekatan psikologis kepada bocah SD minggat tersebut kemudian berhasil mendapatkan keterangan dari mulutnya bahwa dia minggat karena kerap disiksa oleh orang tuanya. Dia juga pernah dilempar gelas karena nilai rapornya jelek.

Bocak SD minggat ini rencana akan dibawa oleh pihak kepolisian ke Unit PPA Polres Tasikmalaya untuk proses lebih lanjut. Polisi nanti juga akan berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung.

“bocak SD ini mengaku sengaja kabur dari rumahnya karena ada unsur kekerasan dari orang tuanya. Namun pihak kepolisian nanti akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pengkuan bocah SD tersebut,” kata AKP Idan, Kepala Polsek Cigalontang, Jumat (12 / 6 / 2015).

Hingga berita ini diturunkan, Bocah SD minggat yang bernama Raihan ini masih berada di Mako Polsek Cigalontang. Pihak kepolisian Polsek Cigalontang rencananya akan menyerahkan Raihan ke Unit PPA Polres Tasikmalaya. Kapolsek Cigalontang sangat berharap orang tua bocah SD minggat ini segera mengetahui keberadaan anaknya.

Raihan sebenarnya masih berstatus siswa SD kelas IV SDN Cihaurgeulis 2 Bandung. Jadi bocah SD minggat ini masih berstatus pelajar aktif bukan anak putus sekolah. Oleh sebab itu, proses penyelidikan kasus bocah SD ini akan segera dilakukan agar bocah 10 tahun ini bisa segera kembali ke bangku sekolah. Adapun jika nanti orang tuanya terbukti melakukan kekerasan kepada anaknya sendiri maka akan ada tingak lanjut terkait perbuatan yang telah mereka lakukan kepada anaknya.

Leave a Reply