Home >> Hukum Kriminal >> Tiga Modus Pemalsuan Ijazah

Tiga Modus Pemalsuan Ijazah

Enak sekali ya, mendapatkan gelar Sarjana dilakukan dengan cara instan tanpa harus mengikuti mata kuliah. Hanya dengan menggelontorkan uang sekian puluh juta rupiah, langsung bisa menyandang gelar Sarjana. Inilah kasus yang akhir – akhir ini marak terjadi. Dimana banyak orang ingin mendapatkan ijazah Sarjana dengan cara instan dilakukan dengan membuat ijazah palsu.

Maraknya kasus ijazah palsu ini membuat petugas terus berupaya untuk mengusut kasus tersebut. Menurut Kepala Kepolisian RI, Jendral (Pol) Badrodin Haiti, ada tiga modus pemalsuan ijazah antara lain:

Yang pertama, perguruan tinggi tersebut tidak mengantongi izin dari Kementrian Ristek dan Dikti (Pendidikan Tinggi) tetapi mereka berani mengeluarkan ijazah kepada mereka yang mendaftarkan diri di perguruan tinggi tersebut.

Yang kedua, modus pemalsuan ijazahnya sangat aneh. Perguruan tinggi bisa mengeluarkan ijazah kepada seseorang padahal nama orang tersebut tidak pernah mengenyam pendidikan secara resmi di perguruan tinggi atau universitas tersebut.

Modus pemalsuan ijazah ini juga bisa dilakukan dengan cara perguruan tinggi mengeluarkan ijzah yang padahal orang tersebut masih berstatus pelajar di semester awal tetapi dia sudah bisa mengantongi ijazah yang mestinya dia dapatkan setelah lullus kuliah nanti. SKS saja belum selesai, tetapi ijazah sudah di tangan. Hal inilah yang membuat ijazah yang diterimanya tersebut dianggap palsu meski dia merupakan mahasiswa dari perguruan tinggi tempat dia menimba ilmu.

Modus pemalsuan ijazah yang ketiga adalah ijazah yang sengaja dipalsukan atau dicetak palsu. Ini berarti, ijazah tersebut bukan benar – benar dikeluarkan oleh universitas atau perguruan tinggi yang bersangkutan. Tetapi ada oknum yang menukangi pembuatan nama universitas tersebut.

Menurut Jendral (Pol) Badrodin Haiti, sanksi yang dijatuhkan kepada pihak terkait pembuatan ijazah palsu disesuaikan dengan undang – undang yang berlaku. Sanksi bagi mereka yang memegang ijazah palsu bisa dijatuhi hukuman kurungan selama 10 tahun atau dengan sebesar satu miliar rupiah. Hal ini sesuai dengan ketentuan Undang – Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Kapolri juga telah berkoordinasi dengan Kementrian Ristek dan Dikti terkati kasus pemalsuan ijazah. Menteri Reset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi juga telah melakukan sidak ke bebeberapa kampus yang disinyalir melakukan praktek ijazah palsu.

Leave a Reply