Home >> Olahraga >> Sidang Gugatan PSSI ke Kemenpora di PTUN Kembali Digelar

Sidang Gugatan PSSI ke Kemenpora di PTUN Kembali Digelar

Meski sanksi FIFA sudah dijatuhkan, namun PSSI tetap bersikukuh untuk terus berjuang agar sanksi tersebut bisa segera dicabut oleh FIFA. Salah satu persyaratan agar sanksi tersebut dicabut oleh FIFA adalah PSSI harus terbebas dari intervensi pemerintah.

Campur tangan pemerintah dalam urusan sepak bola nasional ini, mengakibatkan banyak kerugian bagi masyarakat sepak bola. Surat Keputusan (SK) dari Kemenpora yang membekukan PSSI membuat semua kompetisi sepak bola nasional diselesaikan lebih awal oleh PSSI. Atas SK yang diturunkan Kemenpora tersebut, PSSI tidak bisa berbuat banyak untuk menyelenggarakan pertandingan pasalnya setiap penyelenggaraan pertandingan juga harus mendapat surat izin dari kepolisian. Karena legalitas PSSI sudah dibekukan oleh Kemenpora otomatis pihak kepolisian juga tidak memberikan izin pertandingan.

Selururh lapisan masyarakat sepak bola mulai dari pemain, pelatih, management klub hingga mereka yang menggantungkan hidupnya dengan berjualan merchandise sepak bola, tukang parkir dan pemiliki kedai kopi di sekitar stadion kena imbasnya.

Kejadian yang luar biasa ini kemudian membuat PSSI untuk tetap maju mencari solusi agar SK pembekuan PSSI dicabut oleh Kemenpora. Salah satu usaha yang mereka lakukan adalah mengajukan gugatan mereka ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha (PTUN).

Hari ini, Kamis (11/06) PSSI kembali menghadiri sidang lanjutan di PTUN Pulo Gebang, Jakarta Timur. Sidang gugatan PSSI melawan Kemenpora yang digelar hari ini adalah yang kali kelima. Sidang kali ini kedua kubu menyerahkan bukti – bukti untuk melengkapi bukti yang telah mereka serahkan pada sidang sebelumnya.

PSSI hari ini menyerahkan 30 bukti tambahan setelah pada sidang sebelumnya mereka telah menyerahkan 23 bukti. Jadi total bukti yang sudah diserahkan oleh pihak PSSI sebanyak 53 bukti. Sedangkan pihak kemenpora sejauh ini hanya mengajukan 3 bukti. Adapun 3 bukti yang diserahkan oleh Kemenpora antara lain Peraturan Pemerintah, Undang – Undang dan surat dari FIFA.

Menurut Direktur Legal PSSI, Aristo Pangaribuan, “tiga bukti yang diserahkan oleh Kemenpora kurang argumentatif. Bukti – bukti yang mereka serahkan tidak menunjukan dalil – dalil untuk memperkuat argumentasinya mempertahankan SK yang telah mereka keluarkan.”

Sidang gugatan PSSI ke Kemenpora masih dipimpin oleh ketua hakim H. Ujang Abdullah, S.H. Msi. Sidang gugatan lanjutan akan dilaksanakan pada hari Selasa 16 Juni 2015. Agenda pada sidang tersebut akan menghadirkan saksi dari kedua belah pihak, PSSI dan Kemenpora.

Pada sidang nanti, PSSI akan menghadirkan saksi dan saksi ahli untuk membuktikan bahwa SK pembekuan oleh Kemenpora tersebut sudah melampaui kewenanganya dan SK tersebut tidak ada rasionalitas hukum. Untuk siapa saja saksi yang akan dihadirkan oleh PSSI, mereka tidak menyebutkanya.

Leave a Reply