Home >> Gaya Hidup >> Kesehatan >> Operasi Perut Sendiri

Operasi Perut Sendiri

Ketika dihadapkan dengan pilihan operasi, seseorang mungkin akan berpikir dua kali. Namun jika tidak ada jalan lain selain operasi maka dengan berat hati operasi itupun dilakukan. Operasi biasanya dilakukan oleh dokter kepada pasienya. Namun berbeda dengan apa yang dialami dokter yang satu ini. ada seorang dokter yang megoperasi perutnya sendiri. kisah ini ditulis oleh Vladislav dalam jurnal British Medical.

Kisah dokter yang melaukan operasi perutnya sendiri ini terjadi pada tanggal 5 November 1960. Saat itu tim ekspedisi yang terdiri dari seorang dokter dan sebelas ilmuwan terdampar di kawasan terpencil di Rusia.

Saat yang mengerikan itu dimulai, ketika sang dokter, Leonid Rogozov mengalami rasa sakit yang begitu luar biasa di perutnya. Di tengah lebatnya salju yang turun, tubuh Leonid Rogozov menggigil kedinginan. Perutnya yang semakin sakit, membuatnya mual, lemas dan demam. Semakin lama kondisinya semakin bertambah buruk.

Badai salju yang tak kunjung reda dan jarak tempuh yang sangat jauh dari rumah sakit membuatnya tidak bisa ke rumah sakit. Di tengah sakit yang semakin parah, ada dua opsi yang harus dipilih, meninggal karena komplikasi usus buntu atau bertahan hidup dengan melakukan operasi perut sendiri. Akhirnya opsi yang kedualah yang dia ambil, mengoperasi perutnya sendiri.

Dia meminta bantuan beberapa temanya untuk memegang cermin supaya dia bisa melihat isi perutnya saat operasi nanti. Dia kemudian berbaring dan mencondongkan tubuhnya ke depan. Operasi dimulai dengan memberikan anestesi larutan novocaine 0.5 persen. Dengan kondisi sadar, Leonid Rogozov membuat sayatan 10 – 12 cm di perutnya.

Operasi tersebut juga tidak berjalan mulus. Dia sempat mengalami vertigo. Dna memutuskan untuk beristirahat beberapa menit. Sakit luar biasa seperti digigit seratus serigala dan ditengah cambukan badai salju itulah yang dia rasakan saat operasi perut itu. Setiap empat sampai lima menit, dia beristirahat selama 20 – 25 detik kemudian melanjutkan operasinya lagi.

Setelah operasi selesai, selam empat hari dia terus mengkonsumsi antibiotic. Hari kelima pasca operasi suhu tubuh Leonid Rogozov kembali normal. Dua minggu kemudian dia berangsur sembuh. Dan akhirnya dia bertugas kembali.

Leave a Reply