Home >> Umum >> Mengetahui Trauma Lebih Dalam

Mengetahui Trauma Lebih Dalam

Pernah mengalami suatu insiden yang hingga membuat luka batin atau psikologis bisa membuat sesorang menjadi tidak nyaman dan takut peristiwa itu bakalan terjadi lagi. Kondisi seperti ini dalam duni psikologis disebut dengan trauma.

Trauma tidak hanya terjadi pada orang yang pernah mengalami suatu kejadian tetapi juga bisa terjadi pada orang yang bahkan belum pernah mengalami kejadian tersebut. misalkan ada orang lain yang menceritakan pengalam traumatisnya, kemudian anda yang tidak pernah mengalami peristiwa tersebut menjadi ketakutan sendiri atau merasa tidak nyaman seolah – olah anda juga akan menghadapi kejadian itu. Nah, saat seperti itulah anda juga sedang mengalami trauma.

Gejala trauma yang paling sering dirasakan oleh seseorang adalah pada ingatan dan mimpi buruk. Gejala ini biasanya juga dibarengi dengan reaksi fisik seperti tubuh gemetar seperti ketakutan, menjerit, lari bahkan sering juga sampai menangis. Jika hal ini terus menerus terjadi maka sebaiknya diberikan penanganan yang intensif karena hidup dalam trauma itu tidak akan membuat hidup menjadi tenang dan nyaman.

Beberapa orang yang mengalami trauma pada sesuatu biasanya akan cenderung untuk menghindarinya. Padahal dengan menghindar, itu bukanlah solusi untuk menghilangkan trauma. Perasaan ini tetap akan muncul tat kala menjumpai peristiwa traumatsi tersebut.

Langkah untuk penanganan trauma intinya adalah bagaimana menghadapi traumanya itu. Namun jangan langsung menghadapkanya pada hal – hal yang membuatnya trauma. Tetapi cara terbaiknya adalah dengan “exposure therapy”. Terapi ini merupakan usaha pendekatan yang dilakukan kepada seseorang yang mengalami trauma dengan hal – hal yang membuatnya trauma tetapi dilakukan secara perlahan dan bertahap. Dia juga diajari bagaimana mengendalikan gejala – gejala trauma ketika berhadapan dengan hal – hal yang membuatnya trauma.

Contoh ada orang yang trauma dengan ulat bulu. Maka jangan menghadapkan orang tersebut dengan ulat bulu secara langsung. Bisa – bisa malah traumanya tidak sembuth. Mungkin bisa menghadapkan orang tersebut dengan mainan ulat bulu atau gambar tentang ulat bulu. Kemudian bagaimana sikap ketika bertemu dengan ulat bulu dan lain sebagainya semuanya dilakukan secara perlahan dan bertahap.

Cara sederhana untuk menenangkan trauma adalah pernapasaan. Ketika orang takut, maka pernapasan akan menjadi tidak teratur. Bahkan kadang – kadang sampai tidak bisa bernapas. Oleh karena itu dengan menarik nafas panjang bisa membantu meredakan trauma atau membantu menenangkan diri.

Menangani trauma bukanlah perkara mudah. Untuk bisa menghadapi ketakutan dari dalam diri hanya orang itu sendiri yang bisa menjadi kuncinya. Namun perlu diingat dukungan dari orang sekitar bisa sangat berguna untuk membantu kepercayaan dirinya untuk sembuh dari traumanya.

Leave a Reply